SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Â Jawa Timur, mengaku, sudah ada titik temu antara operator proyek Unitisasi Lapagan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina EP Cepu (PEPC) dengan warga Pelem yang lahannya terkena pembebasan.
Hanya saja, warga yang terkena dampak pembebasan lahan proyek J-TB megaku resah belum adanya kepastian pencairan dana untuk pembebasan lahan.
Pjs Kepala Desa Pelem, Tjondro Lukito, mengungkapkan, pembebasan lahan di Desa Pelem sudah menemukan titik temu antara PEPC dengan warga.
“Tinggal menunggu pencairannya saja. Banyak warga yang mengaku resah, dananya belum cair – cair,” kata Tjondro kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (7/10/2015).
Padahal, warga sudah sepakat dengan harga yang ditentukan tim appraisal yang ditunjuk PEPC. Sebagaimana diketahui, tim appraisal menaksir harga dikisaran Rp193 ribu per meter harga terendah dan Rp237 ribu per meter harga tertinggi.
“Katanya masih menunggu dari BPN,” imbuhnya.
Sebelumnya, sekitar 30 warga terkena pembebasan lahan proyek J-TB sempat menolak lahannya dibebaskan. Sebagian besar menolak lantaran harga yang ditawarkan dinilai murah. (Roz)