SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Selebaran bertuliskan “Boikot” Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, muncul di tengah-tengah masyarakat sejak beberapa hari terakhir.
Pantauan Suarabanyuurip.com, Rabu (07/10/2015), selebaran gelap ini ditempel di sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) di beberapa desa yang ada di Kecamatan Semanding, yaitu Kelurahan Gedongombo dan Desa Bejagung.
“BOIKOT PILKADA, PILKADA TIDAK MERUBAH APAPUN TERMASUK ANDA” begitu bunyi selebaran ini dengan huruf cetak besar.
Masih di selebaran yang sama, juga dicantumkan tulisan yang intinya konsep kenegaraan sekerang berbelok dan menjadikan rakyat hanya sekedar properti yang diperlakukan sebagai ternak perahan dengan membayar pajak, maka perlawanan adalah sesuatu yang walaupun pelan tapi menjadi kepastian.
“SUDAH SEHARUSNYA RAKYAT TIDAK TAKUT KEPADA PEMERINTAHNYA TETAPI PEMERINTAH YANG HARUS TAKUT DENGAN RAKYATNYA” lanjut tulisan dalam selebaran tersebut menegaskan dengan huruf kapital.
Salah satu selebaran ini ditemukan tertempel di APK yang ada di selatan perempatan kapur, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding.
Salah satu warga yang bekerja mengecat tembok di lokasi ini, Sujito (32), mengaku tidak tahu menahu siapa yang menempelkan selebaran ini.
“Sepertinya malam (nempelnya), saya lihat ini sudah beberapa hari yang lalu,” katanya.
Selebaran sama ditemukan di Desa Bejagung, APK yang dipasang petugas di salah satu pertigaan desa tersebut ditempel di depan gambar salah satu Pasangan Calon (Paslon).
“Saya tahunya kemarin (Selasa) siang setelah dapat laporan dari PPL, kami juga tidak tahu siapa yang melakukan ini,” kata Sueb, salah satu Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Bejagung kepada Suarabanyuurip.com di lokasi. (edp)