DBH Migas Bojonegoro Baru Terealisasi 70%

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Realisasi dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas) Bojonegoro, Jawa Timur, hingga September 2015 ini baru mencapai Rp745 miliar dari target induk Rp1,038 triliun.

“Baru tercapai 71,98 persen,” kata Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bojonegoro, Waji, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (7/10/2015) kemarin.

Sementara pada perubahan anggaran pendapatan dan belanja (P-APBD) Bojonegoro 2015, penerimaan DBH Migas untuk minyak bumi sebesar Rp793.834.747.827, gas bumi Rp4.717.014.745 dan DBH Migas pendidikan sebesar Rp26.011.331.431.

“Kita masih menunggu pencairan di kahir tahun,” ujar Waji.

Selama ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggunakan perhitungan lifting migas yang di dalamnya terdapat rekonsiliasi dari masing-masing Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S). Di antaranya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Migas Blok Cepu; Joint Operating Body Pertamina – PteroChinas East Java (JOB P-PEJ), operator migas blok Tuban, dan Pertamina.

“Insya Allah, akhir bulan ini Dispenda akan mengikuti pelatihan dari Kementerian Keuangan bagaimana cara menghitung DBH migas dengan tepat,” tambahnya.(rien)

Baca Juga :   GCI Terus Lakukan Penertiban di Sumur Tua

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *