SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Kepengurusan Karang Taruna (Kartar) Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengkritisi kinerja, dan sikap Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, yang terkesan tidak mau tahu dengan keberadaan para calo tenaga kerja selama proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu berlangsung.
Salah Satu pengurus Kartar Kecamatan Gayam, Jaswadi, mengatakan, Disnakertransos terkesan kurang pro aktif dalam memberikan pemahaman kepada warga masyarakat. Seharusnya, kata dia, Disnakertransos lebih intens memberikan penyuluhan kepada warga agar tehindar dari calo tenaga kerja yang hanya menjanjikan dan meminta tebusan uang.
‘’Yang saya lihat, Disnakertransos diam saja pura-pura tidak tahu,” ujar Jaswadi kepada Suarabanyuurip.com Sabtu (10/10/2015).
Pemuda yang pernah aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jakarta ini mengkau, cukup prihatin dengan korban calo tenaga kerja yang berkeliaran di proyek lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Terlebih memasuki akhir pengerjaan proyek. Jaswadi juga mengaku, sempat mendapat laporan adanya dugaan praktek calo tenaga kerja.
“Belum lama ini ada yang melaporkan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan dugaan praktek percaloan tenaga kerja di proyek Lapangan Banyuurip, hendaknya dijadikan pelajaran sekaligus langkah antisipatif terhadap praktek percaloan tenaga kerja. Karena itu dia menyampaikan kesiapannya melakukan pendampingan kepada warga, terutama para pemuda Gayam untuk melaporkan ke pihak kepolisian.
“Kalau tidak berani, kami siap mendampingi melapor ke Polisi,” tuturnya. (Roz)