SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta pemerintah setempat konsekuen dengan slogan lumbung pangan dan lumbung energi.
Sekretaris Fraksi PKB, Abdullah Umar, mengatakan, saat ini ribuan hektar sawah produktif milik para petani, kini sudah beralih fungsi menjadi lahan industry. Terutama di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, dan Lapangan Sukowati, Blok Tuban.
“Di sekitar Kota Bojonegoro pun demikian, tanah-tanah sawah yang kemarin masih subur ditanami padi, kini disulap menjadi bangunan perkantoran, perumahan, serta pertokoan,” tandasnya pada Senin (12/10/2015) di kantor DPRD setempat.
Dia mencohtohkan, saat ini sawah-sawah di kiri dan kanan sepanjang Jalan  Veteran, sepanjang jalan raya Bojonegoro – Dander, perlahan-lahan terkikis habis. Oleh sebab itu pihaknya mendesak Bupati Suyoto untuk tidak mengeluarkan ijin proyek pembangunan apapun, jika itu didirikan di atas tanah pertanian yang produktif.
“Bagaimana mau menjadi lumbung pangan, sementara areal pertanian terus semakin tergerus habis,” ungkapnya.
Sumber Daya Alam (SDA) terutama minyak dan gas bumi yang cukup besar, Â dan dijadikan lumbung energi negeri sifatnya hanya sementara. Itu akan terkuras habis bila terus menerus diekplorasi dan diekploitasi. Apakah sudah memikirkan bagaimana nasib para petani yang sudah tidak punya sawah lagi, akibat lahannya terkena industrialisasi.
“Sekarang mereka masih bisa makan dari uang hasil penjualan sawah mereka. Tapi setelah lima sampai 10 tahun ke depan uangnya habis, sawah habis, sementara perkerjaan tidak ada,” tandasnya. (rien)