Kapolres Beberkan Tiga Potensi Konflik Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, menyatakan, secara umum saat ini Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki tiga potensi konflik sosial masyarakat.  Diantaranya, permasalahan sumur tua, tambang pasir mekanik, dan sosial masyarakat Gayam menjelang produksi puncak.

Untuk potensi pertama, Menurut dia, persoalan ada pada belum jelasnya regulasi yang mengatur pembatasan antara sumur lama dan baru.

“Persoalan ini hanya tinggal menunggu regulasi dari Pertamina,” ujar Hendri dalam paparanya disela kegiatan Polisi Silaturahmi dan Proaktif (Positif) di Pendapa Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (13/10/2015).

Persoalan kedua, tentang penambangan pasir mekanik ilegal. Kapolres menjelaskan, saat ini Polres Bojonegoro sedang gencar merazia pelaku tambang pasir mekanik.

Hendri, menyebut, selama menjabat sebagai Kapolres Bojonegoro, sudah menangkap 26 pelaku penambang pasir mekanik. Hanya saja, pelaku tersebut tidak serta merta diproses sesuai mekanisme hukum. Kepolisian lebih memilih aspek solusi, karena menyangkut mata pencaharian masyarakat.

Maslah ini, kata Kapolres, masih dapat direda dengan mencari solusi bersama pemkab. “Yang kita bidik pemodal dan pelaku usahanya,” imbuhnya.

Baca Juga :   Safari Ramadhan Kakanwil Ditjenpas Jatim Pererat Sinergi Lapas Bojonegoro dan PWI

Lebih jauh, Kapolres menambahkan, persosalan terakhir adalah sosial masyarakat Kecamatan Gayam. Menurut dia, menjelang peak production, warga Gayam yang sebagian bekerja sebagai tenaga kasar di proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu terancam akan kehilangan pekerjaan.

“Kalau sekarang jumlah tenaga kerja enam ribu orang nanti menjelang peak production bisa jadi yang dibutuhkan hanya seribu,” paparnya. (Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *