Kepulangan Jamaah Haji Disambut Isak Tangis

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi momen berharga bagi keluarga. Meski ditinggal hanya sekitar satu bulan, tetapi pertemuan mereka dengan keluarga seperti telah berpisah bertahun-tahun.

Para keluarga menyambut jamaah haji dengan tangis haru. Wajar. Karena ibadah haji merupakan sesuatu yang sakral bagi umat muslim. Terlebih tidak semua mempunyai kesempatan menunaikannya. Bepergian haji, bagi keluarga tidak bisa disamakan dengan bepergian untuk urusan yang lain.

“Kalau haji urusannya agama, terharu karena orang tua bisa menunaikan dan pulang dengan selamat,” kata Rohman (23), usai menangis haru menyambut kepulangan jamaah haji Tuban, di lapangan Kompi 521 Tuban, Rabu (14/10/2015).

Pantauan Suarabanyuurip.com, sebagian besar keluarga memang tampak menangis haru. Ketika jamaah haji mulai menapakkan kakinya kembali di tanah Tuban. Baik itu jamaah haji asal Kloter 35 yang sampai Tuban pada jam 08.00 dan kloter 36 yang sampai Tuban sekitar pukul 11.00 siang ini.

Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, Abdul Ghofar, mengatakan jamaah haji asal Tuban pulang dengan selamat. Meski ada sedikit keterlambatan karena jadwal penerbangan.

Baca Juga :   Tergerus Banjir Satu Rumah Ambruk

“Alhamdulillah secara keseluruhan kepulangan jamaah haji Tuban lancar,” jelas Ghofar.

Pun demikian, ada dua jamaah haji asal Tuban yang tidak bisa kembali ke Tuban. Adalah Nasir bin Warnado (83) asal Kecamatan Tambakboyo, dan Supri bin Sakur (74), asal Kecamatan Palang, yang meninggal dunia di tanah suci.

“Keduanya dikuburkan di Mekkah,” lanjut Ghofar.

Awalnya Kabupaten Tuban memberangkatkan 633 jamaah haji ke tanah suci. Dengan meninggalnya 2 jamaah haji, secara otomatis jamaah yang pulang ke Tuban sekarang 631 orang. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *