SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tuban, Jawa-Timur menyebut, pencemaran laut yang ada di perairan laut Tuban saat ini bisa mengancam biota laut.
Kepala Seksi Pengendalian Sumber Hayati dan Perairan di DKP Tuban, Dasir Effendi, langsung meninjau lokasi tumpahan minyak mentah. Bersama dengan tokoh nelayan setempat menggunakan perahu.
“Tumpahan minyak mentah ini bisa mengancam bioata laut,†kata Dasir Effendi kepada Suarabanyuurip.com, sesaat setelah meninjau tumpahan minyak mentah, Kamis (15/10/2015).
Dasir mengatakan, setelah ini DKP akan melakukan koordinasi dengan Badan Lingkugan Hidup (BLH) yang mempunyai wewenang. Serta akan menindaklanjuti ke pemilik pipa, yaitu Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).
“Kita juga akan melaporkan ke Bupati, dan menunggu instruksi selanjutnya,†jelas Dasir.
Sekretaris Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Muslih, ketika dilokasi menyatakan, kalau tumpahan minyak berimbas pada desa-desa pesisir di Kecamatan Palang. Yaitu Desa Karangagung, Desa Glodog, Desa Palang, Desa Gesikharjo, Desa Kradenan, dan Desa Panyuran.
“Karena tumpahan minyak mentah ini berada di wilayah nelayan yang menangkap ikan dengan perahu kecil. Semuanya dari Kecamatan Palang juga mencarinya ikan di wilayah ini,†kata Muslih menunjuk tumpahan minyak mentah. (Edp)