SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Sekira 1.500 Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Tuban memenuhi jalur Pantura Tuban, Jawa Timur, Minggu (18/10/2015).
Ribuan kader Ansor ini berangkat dari Kantor Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama, Jalan Diponegoro, Tuban. Kemudian membuat iringan barisan tak kurang dari 1 Kilometer, dan melakukan kirab melintas di Jalur Pantura menuju Rest Area, Jalan Re Martadinata, Tuban.
Meski kirab di jalur nasional, arus lalu lintas di jalan terlihat tetap lancar. Lantaran mereka hanya menggunakan separuh jalan, dengan pengawalan dari petugas Polres Tuban.
“Semua rangkaian kegiatan ini dalam rangka menyambut hari santri yang akan ditetapkan presiden pada 22 Oktober 2015 mendatang,” jelas Ketua PC GP Ansor Tuban, Syafiq Syauqi, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (18/10/2015).
Syafiq, menerangkan, hari santri merupakan bentuk pengakuan negara atas peranan ulama dan santri di masa lalu. Ketika krisis kewibawaan melanda bangsa Indonesia, KH Hasyim Asyhari, yang tak lain adalah pendiri NU mengumandangkan resolusi jihad. Yang mana seruan ini mengobarkan semangat perlawanan kaum santri dan ulama, kemudian merembet ke hampir semua elemen bangsa.
“Ini saatnya Resolusi Jihad yang pernah dikumandangkan KH Hasyim Asyhari disemaikan kembali ke generasi muda,” jelas menantu Bupati Tuban, Fathul Huda, ini menjelaskan.
Ketua PC NU Tuban, Mustain Syukur, ketika hadir dalam acara mengaku bangga dengan apa yang dilakukan salah satu Badan Otonom (Banom) NU ini.
“Tetaplah menjadi benteng tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Mustain.
Usai melakukan kirab dan apel bersama. ANSOR Tuban kemudian membuat nota kesepahaman untuk ikut mengontrol dan menjaga kondisi Pilkada pada 9 Desember mendatang. Tampak perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Tuban hadir dalam acara. Diantaranya Pemuda Muhammadiyah, PC PMII Tuban, KNPI, Pemuda Pancasila, FKPPI Tuban, dan Karang Taruna Tuban. (edp)