SuaraBanyuurip.com -Â Winarto
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro lega atas usulanya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa – Timur beberapa waktu lalu tentang pembangunan Embung direalisasikan.
“Alhamdulillah sudah direalisasikan, dan sudah dua minggu ini mulai pembangunan Embungnya, Mas,” kata Kepala Desa (Kades) Katur, Sukono, kepada suarabanyuurip.com, Senin (19/10/2015).
Lokasi lahan untuk pembangunan Embung, seluas kurang lebih satu hektar dengan kedalam empat meter. Keberedaan Embung nantinya diprediksi dapat mengairi lahan pertanian seluas 20 hektar dari total keseluruhan lahan pertanian sekira 50 hektar.
“Total 50 hektar lahan pertanian ini terdiri dari lahan milik warga dan bengkok perangkat desa,” ujarnya.
Dijelaskan, untuk bisa memenuhi pengairan seluas 50 hektar, harus menormalisasi saluran air dari Sungai Bendo menuju ke Embung. Selain itu, juga membuat saluran air menuju Bengawan untuk mengalirkan ke Embung. Dengan jarak sekira dua kilo meter. Tujuannya, untuk menambah debet air embung bisa maksimal. Utamanya di saat musim kemarau.
“Jika musim hujan Sungai Bendo ini airnya sering meluap ke-jalan. Tepatnya, di utara gudang penyimpanan pipa, dan membuat arus Lalu-lintas terganggu, karena jalannya digenangi air,” katanya.
“Jadi, kalau sebagian airnya dialirkan ke Embung setidaknya dapat mengurangi banjir, membuat jalan tidak mudah rusak, arus Lalu lintas juga menjadi lancar,” lanjut Ketua Paguyuban Kades se-Kecamatan Gayam ini.
Untuk tercapainnya kebutuhan air ke lahan pertanian yang ada, Pemdes Katur kembali mengajukan usulan ke Pemkab untuk membangunkan Cek Dam untuk membagi air supaya mengalir ke Embung. Mengingat, lahan pertanian di wilayah Kecamatan Gayam sudah berkurang. Ratusan lahan pertanian telah terbebaskan untuk kepentingan proyek Banyuurip, Blok Cepu.
“Meski bertahap, kami berharap usulan baik normalisasi, Cek Dam, dan saluran air menuju Bengawan kembali disetujui oleh Pemkab. Hanya dengan cara ini bisa megairi 50 hektar yang termasuk lahan tadah hujan. Minimal habis panen raya bisa tanam lagi,” pungkasnya. (Win)