SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Ijin tambahan flaring sebesar 50 million standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk Lapangan Banyuurip, Blok Cepu masih belum dikeluarkan. Sampai saat ijin masih di proses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LH dan K).
“Iya masih dalam proses ijin KLH,” kata Kepala Sub Bagian Komunikasi dan Protokol SKK Migas, Zudaldi Rafdi kepada Suarabanyuurip.com.
Hal itu bukan menjadi persoalan, sebab, Kementerian (LH dan K) mempunyai waktu 21 hari kerja untuk persetujuannya.
Menurut dia jin tambahan tersebut bisa dilakukan secara paralel hingga selesai dengan massa testing dan commsioning (T dan C).
“Ijinnya bisa paralel selesai hingga T dan C proyek,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan, saat ini jumlah produksi Lapangan Banyuurip, masih dikisaran 80 – 85 ribu barel per hari (bph). Jumlah tersebut direncanakan akan bertambah 40 ribu barel dan terus bertambah hingga mencapai puncak produksi sebesar 205 ribu bph diakhir tahun 2015.
“Kami masih optimis desember akan mencapai 205 ribu bph,” tutur Bang Rully.
Sebelumnya ijin flaring sebesar 23 MMSCFD di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu sebelumnya sudah pernah dikeluarkan oleh Kementerian LH dan pada bulan Februari tahun 2015 lalu.(Roz)