SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Ketua Rukun Tetangga (RT) Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengeluhkan pemangkasan tunjangan RT dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang diduga dilakukan Kepala Desa (Kades) setempat.
“Tunjangan untuk RT dari ADD kan 100 ribu rupiah perbulan, dan itu diterimakan setiap 6 bulan sekali,†kata Ketua RT 04 RW 01, Desa Sumurgung, Warkam (63), kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (20/10/2015).
Warkam, menjelaskan, pada pencairan pertama dia bersama dengan semua ketua RT Desa Sumurgung hanya mendapatkan tunjangan sekitar 300 ribu rupiah. Dari jumlah yang semestinya 600 ribu rupiah pada pencairan pertama.
“Semestinya pencairan pertama 600 ribu rupiah dan pencairan kedua juga 600 ribu rupiah,†kata Warkam.
“Tetapi pada pencairan pertama dan sudah tiga bulan yang lalu hanya diberikan 300 ribu rupiah,†lanjut Warkam.
Dia mengatakan, semua ketua RT dengan jumlah sekira 40 orang mengalami pemangkasan tunjangan. Hal ini jauh berbeda dengan desa-desa lain yang ada di sekitar Sumurgung.
“Saya tanya desa-desa tetangga tunjangannya semua turun sesuai dengan nominal semestinya, yaitu 600 ribu rupiah untuk satu kali pencairan,†kata Warkam.
Kades Sumurgung, Mujamiin, ketika dikonfirmasi membenarkan tunjangan yang diberikan kepada masing-masing ketua RT baru 300 ribu rupiah. Pencairan dana ini menyesuaikan dengan kondisi keuangan desa, dan pada anggaran yang masuk (DD dan ADD) di desa pada tahap pertama.
“Ini menyesuaikan kondisi keuangan desa yang masuk pada tahap pertama,†kata Mujamiin.
Mujamiin, mengatakan, tidak ada pemangkasan tunjangan di Ketua RT. Pada tahap selanjutnya, pencairan juga akan langsung diberikan sampai pada Bulan Desember 2015 ini.
“Jadi selanjutnya apabila ADD sudah dicairkan lagi, akan langsung diberikan sampai bulan ke 12 nanti,†klaim Mujamiin.
Pemdes mengaku, saat ini masih melihat kinerja dari RT desa setempat. Termasuk bagaimana loyalitas dan hubungannya dengan masyarakat. Ada kemungkinan RT yang tidak produktif akan diganti dengan orang baru yang lebih muda.
“Jadi ada kemungkinan ada RT yang diganti karena tidak produktif sesuai dengan rapat desa, kalau tunjangan langsung diberikan semua nanti kasihan RT baru yang menggantikannya tidak mendapatkan tunjangan,†tandasnya. (Edp)