10 Tahun Lagi Bojonegoro Krisisi Air

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Organisasi lingkungan hidup independen, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur memprediksi sepanjang 10-15 tahun kedepan, Kabupaten Bojonegoro dan Tuban akan dilanda krisis air bersih.

“Hal ini karena adanya tambang batu kapur yang dilakukan secara membabi buta di Kabupaten Tuban,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur, Ony Mahardika, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (21/10/2015).

Dia menyatakan, tambang batu kapur merupakan kawasan yang meresap air. Jika dilakukan penambangan terus menerus tanpa ada pengendalian dari pemerintah setempat, krisis air akan semakin nyata, dan bertambah di wilayah Tuban maupun Bojonegoro.

“Hasil penelitian Walhi, tahun 2030 akan mengalami krisis air bersih. Tidak hanya krisis air, tetapi semua akan habis dan masyarakat akan mengalami sebuah bencana,” tandasnya.

Menurutnya, dari hasil pantauan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Tuban tidak ada satupun bekas tambang yang dilakukan reklamasi. Bahkan, ada kejanggalan dalam pelaksanaan reklamasi, karena jaminan untuk reklamasi dari perusahaan kepada pemerintah hanya Rp29 juta.

Baca Juga :   Coretan di Sumberagung Bukan Kali Pertama

“Pengusaha bisa saja berdalih tidak melakukan reklamasi karena sudah membayar jaminan tersebut, padahal potensi yang diambil lebih besar,” tukasnya.

Pihaknya mengaku, akan memantau kerusakan lingkungan yang ada di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Selain itu, akan meminta kepada masyarakat untuk tidak takut melayangkan gugatan terhadap temuan kerusakan di wilayahnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *