SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur menilai, apabila pemerintah hanya memikirkan potensi pendapatan daerah maka kerusakan tambang akan semakin marak. Hal itu akan berakibat pada hilangnya potensi kedaulatan pangan di wilayah setempat.
“Ini bagi daerah yang memiliki potensi tambang, seperti tambang batu kapur terutama di wilayah Kabupaten Tuban,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur, Ony Mahardika, saat ditemui Suarabanyuurip.com di Bojonegoro, Rabu (21/10/2015).
Dia mengungkapkan, apabila tidak ada penghentian terhadap tambang-tambang kapur yang ada di Kabupaten Tuban maka masyarakat harus siap-siap menerima bencana ekologi yang akan menimpa beberapa tahun kedepan.
“Kami melihat kerusakan lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Tuban ini semakin masif. Karena, pemerintah kabupaten selalu bebas memberikan perizinan untuk pertambangan ini,” tandasnya.
Padahal, banyak sumber-sumber pertanian yang bisa menjadi potensi soal kedaulatan pangan di wilayah Tuban akan hilang. Hal ini dikarenakan, aktivitas tambang rakus lahan.
“Selain kedaulatan pangan akan musnah, sepuluh tahun kedepan dipastikan akan mengalami krisis air bersih,” pungkasnya. (rien)