SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan pemantauan pemanfaatan air sungai Bengawan Solo untuk water basin atau waduk milik operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Kami ingin memastikan, apakah EMCL masih menyedot air dari sungai Bengawan Solo di musim kemarau sekarang ini,” kata Kasubid Pengawasan dan Kerusakan Lingkungan BLH, Suliana, kepada Suarabanyuurip.com melalui sambungan telephone, Kamis (22/10/2015).
Dia mengungkapkan, EMCL telah menghentikan pengambilan air dari sungai Bengawan Solo sejak bulan Juni 2015 lalu. Hal itu sudah tertuang dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Blok Cepu.Â
“Mereka sudah komitmen, pengambilan air dilakukan pada musim penghujan. Karena debit air melimpah,” ujarnya.
Pada saat pengambilan air dari sungai Bengawan Solo tersebut, EMCL membutuhkan 0,94 m kubik per detik untuk mengisi waduk yang sudah dibangun oleh kontraktor EPC 5 PT Rekayasa Industri-Hutama Karya.
“Jangan sampai, EMCL melanggar komitmen itu, karena akan mempengaruhi debit air Bengawan Solo yang sekarang ini terus berkurang akibat kemarau,” tukasnya.Â
Waduk tersebut akan digunakan untuk menampung air dari Bengawan Solo yang dialirkan melalui pipa sepanjang 6.000 meter melalui Desa Sudu, Kecamatan Gayam. Pipa-pipa itu juga melintasi jalan raya nasional Bojonegoro-Cepu, dan perlintasan rel kereta api ganda (double track). Pipa berdiameter 60 centi meter itu terpendam di dalam tanah sedalam tujuh meter. (rien)