Harga Solar Turun Petani Belum Rasakan

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar turun sejak dua minggu lalu. Dampak dari penurunnya belum bisa dirasakan oleh para petani di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Hal itu, disebabkan petani sedang tidak menggarap lahan pertaniannya. Akibat dari kemarau panjang yang mengeringkan air sungai dan telaga yang ada. Sehingga, petani banyak yang membiarkan lahan pertaniannya bero (dikosongkan tidak ditanami).

“Terpaksa lahan pertanian, kami biarkan bero, karena air Sungai dan Telaga yang biasa dimanfaatkan petani telah kering semua,” ungkap petani asal Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, Warnoto, kepada SuaraBanyurip.com, Jumat (23/10/015).

Harga solar semula Rp6.900/liter turun menjadi Rp6.700/liter. Sayangnya, turunya harga solaar bertepatan dengan kemarau panjang. Dimana banyak petani yang tidak bercocok tanam. Jadi, petani belum bisa ikut menikmatinya.

“Seandainya harga solar turun saat air masih ada tentu petani bisa ikut menikmati, karena Mendisel air untuk bercocok tanam. Sayang saat ini memang petani sedang membiarkan lahanya bero, karena tidak ada air,” sambung Supardi, petani lain.

Baca Juga :   Pemkab Blora Segera Buka Pendaftaran Dirut PT BPE

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Jugo, Sudiono, mengaku, sulitnya memenuhi kebutuhan air untuk mengolah lahan pertanian membuat sekira 300 hektar lahan pertanian di Desa Jugo di biarkan bero oleh para petani.

“Karena tidak ada petani yang tanam, jadi ya belum membeli solar untuk kebutuhan mendisel air atau mentraktor sawah. Tentunya petani belum merasakan langsung kemanfaatan turunnya harga solar,” jelasnya.

“Jika turunya harga solar itu waktu masa tanam, petani bisa dipastikan akan membeli ratusan liter solar dengan Jerigen setiap harinya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat,” lanjutnya.

Terpisah, Operator SPBU Babat, Ali, menjelaskan, meski harga solar turun, hingga saat ini belum ada peningkatan penjualan, dan masih cenderung biasa-biasa saja seperti saat harga solar belum turun.

“Mungkin karena belum waktunya musim tanam, Mas,” ujarnya. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *