SuaraBanyuurip.com – Winarto
Bojonegoro – Botol bekas minuman mineral jika olah dapat memiliki nilai jual. Di tangan Sukensi, limbah itu disulap menjadi hiasan bunga.
Sudah tiga tahun warga RT/RW 39/08 Dusun Templokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu membuat hiasan bunga dari botol bekas air mineral. Untuk satu bunga ukuran kecil dibutuhkan lima puluh botol serta tiga puluh gelas air mineral.
“Bahan – bahannya terdiri dari botol minuman mineral, selang sedotan, kawat, cat warna serta benang,” Sukensi membuka perbincangan dengan suarabanyuurip.com, Selasa (27/10/2015).
Untuk pengerjaan satu pot bunga Sukensi hanya membutuhkan waktu dua hari. Â Pembuatannya dikerjaan di waktu luang kesibukan sebagai ibu rumah tangga.
“Kalau pesanannya banyak kadang dibantu tetangga yang ingin belajar,†ucap Sukensi.
Saat ini hasil kerajinan banyak diminati masyarakat sekitar Gayam untuk hiasan di ruang tamu. “Untuk satu pot bunga ukuran kecil saya jual lima puluh ribu. Ukuran sedang tujuh puluh ribu, dan ukuran besar seratus ribu,” ujar ibu satu anak itu mengungkapkan.
Dia berharap kerajinan yang digelutinya mendapat perhatian dari pemerintah serta operator migas, Blok Cepu, Exxon Mobil Cepu ( EMCL ). Karena selama ini dirinya masih kekurangan modal dan kesulitan memasarkannya sampai ke luar daerah.
“Meskipun banyak botol bekas di sekitar sini, tapi jika ada pesanan banyak saya harus mencari dan membeli dari luar desa,†kata Sukensi.
Rencananya, kerajinan Sukensi ini akan diperkenalkan dan dipamerkan dalam acara Festiva Banyuurip yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Gayam pada 30 Okotober 2015 mendatang.
Selain piawai merangkai bunga, Sukensi juga membuat pigura foto serta almari hiasan dari kayu bekas. “Untuk modal ada sekitar lima juta lebih untuk membuat kerajinan ini,†tambah Sukensi.
Dengan kreatifitasnya ini Sukensi dapat membantu ekonomi keluarganya. Suaminya sekarang ini bekerja di salah satu subkontraktor enginerring, procurement and constructions (EPC)- 1 Banyuurip.
“Alhamdulillah bias buat tambahan,†pungkas Sukensi.(win)