SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Suasana berbeda di Pendapa Kridha Manunggal Tuban siang ini. Berjejer Majalah Dinding (Mading), dengan aneka bentuk menghiasi sejumlah sudut pendopo.
Mading ini dibuat para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Tuban, Jawa – Timur. Acara festival Mading ini merupakan salah satu rangkaian Pekan Bulan Bahasa ke-87 dan Menyongsong Hari Jadi Tuban ke-722 Tahun 2015.
Di festival ini, kreativitas siswa memang patut diacungi jempol. Apabila selama ini Mading hanya mempergunakan media papan dan ditempel di dinding. Dalam festival ini peserta memadukan unsur jurnalistik ala anak sekolah dengan beragam bentuk media. Mulai dari bentuk kapal, pohon, rumah, masjid, dan aneka bentuk lain yang banyak berkaitan dengan lingkungan.
“Memang memadukan antara unsur jurnalistik dengan media yang dipergunakan itu bukan perkara mudah, adakalanya terkesan menempel saja bukan menyatu,†kata salah satu juri, Adyaksa, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (28/10/2015).
Bahkan karya siswa mampu menarik minat Bupati Tuban, Fathul Huda, beserta Forpimda yang ada di lokasi. Terlebih, lebih banyak yang mempergunakan tema lingkungan.
“Banyak yang tema lingkungan, memang kreativitas anak sekarang jauh dengan jaman saya,†kata Fathul Huda, dihadapan salah satu kelompok pelajar sambil tersenyum.
Ketua Panitia, M Choirur Rofiq, menjelaskan, tidak hanya festival Mading yang dilombakan di peringatan bulan bahasa ini. Tetapi juga berbagai kegiatan lain seperti essay, cerpen, puisi, dan pembuatan poster.
“Yang ngadakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia di Tuban, Mas,†kata Rofiq.
Para Guru berharap festival seperti ini bisa terus dilanjutkan tahun depan. Supaya bisa terus meningkatkan kreativitas siswa dan siswi yang ada di Kabupaten Tuban. (Edp)