SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Tidak kurang dari 10 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi sasaran tangan-tangan jahil sejak beberapa hari terakhir.
Informasi yang diterima Suarabanyuurip.com, sasaran empuk pencurian adalah baterai tenaga surya untuk PJU. Disamping beberapa aksesoris penerangan lain yang mempunyai nilai jual.
“Kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta, karena banyaknya baterai PJU yang dicuri orang,†kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tuban, Choliq Chunasih, melalui ponselnya, Rabu (28/10/2015).
Kerugian lain yang diderita adalah tidak berfungsinya fasilitas umum ini. Utamanya di wilayah-wilayah perbatasan kota dan jauh dari penerangan listrik.
Choliq memperkirakan, pencuri adalah orang profesional. Lantaran tidak semua orang paham kalau harga baterai surya untuk PJU tergolong mahal. Selain itu, semua aksesoris yang diambil juga yang mempunyai nilai jual.
“Sepertinya pelaku adalah orang profesional, dia sangat paham kalau harga baterai ini cukup mahal,†kata Choliq.
Data dari Dinas PU Tuban, total di Kabupaten Tuban ada 35 titik lampu penerangan menggunakan tenaga surya. Dari jumlah ini ada 10 titik yang sudah tidak berfungsi karena baterainya diambil.
“Hilangnya ada di Kecamatan Jatirogo, Kecamata Kenduruhan dan juga sepanjang jalur Pantura mulai dari Kecamatan Bancar, Tambakboyo, Jenu, maupun Kecamatan Kota,†terang Choliq.
Rata-rata baterai lampu ini hilang di titik lokasi yang sepi. Wajar karena tenaga surya dipasang di lokasi yang belum ada aliran listriknya. Jauh dari pemukiman dan memudahkan seseorang untuk melakukan pencurian.
“Kita sekarang masih melakukan pendataan ulang,†kata Choliq.
Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, ketika dikonfirmasi menjelaskan dirinya belum mengetahui adanya laporan pencurian yang merugikan Pemka Tuban ini.
“Coba nanti saya cek lagi,†terang Elis. (Edp)