Hama Emprit Serang Padi Sekitar Banyuurip

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Bojonegoro – Serangan hama burung emprit mulai membuat resah petani di sekitar Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Berbagai upaya sudah dilakukan petani, namun serangan burung pemakan padi yang sudah berusia tiga bulan itu tetap tak bisa dibendung.

Hal itu, seperti yang terjadi di areal pertanian di Desa Begadon, Kecamatan Gayam. Pertanian yang mengandalkan pengairan dari Sungai Bengawan Solo sebulan terakhir ini menjadi sasaran burung emprit.

Pada usia tersebut memang masa – masanya hama burung emprit menyerang. Berbagai cara sudah dilakukan agar membuat burung emprit takut tidak menyerang, dan menghisap sari padi. Yaitu dengan memasang umbul umbul, boneka seperti orang-orangan (weden sawah) yang dibuat dari plastik maupun daun kering dipasang di tengah dan pinggir sawah, namun burung emprit tidak takut malah semakin menjadi-jadi.

“Jika dibiarkan maka padi akan tidak berisi atau gabuk,” ungkap Narto petani setempat kepada suarabanyuurip.com, Rabu (28/10/2015).

Menurut, Narto, hampir keseluruhan petani membuat wedenan dilahan pertaniannya. Selain membuat orang – orangan, juga kincir angin, bahkan bariket dan layangan.

Baca Juga :   Harga Beras di Bojonegoro Mahal, Suplai Beras Medium SPHP Bulog Berkurang

“Juga ditunggui dengan memukul kentongan agar burung emprit tidak hinggap di padi dan meghisap sarinya,” terang Bapak satu anak ini.

Ditambahkan, serangan burung emprit biasanya datang pada pagi hari antara jam 06.00 WIB sampai jam 08.00 WIB, dan sore hari antara jam 15.00 WIB hingga menjelang shalat magrib.

“Tapi untuk tahun ini serangan burung emprit tidak seperti tahun lalu, karena untuk desa tetangga seperti Desa Ringintunggal dan Brabowan juga musimnya padi,” tandasnya.

“Sebenarnya ada jaring emprit tapi harganya mahal, Mas. Mending kami membuat orang – orangan sawah dan menunggui aja saben hari.” sambung Sukisno petani lain. (Win)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *