Pembebasan Lahan Ring Road Terhambat

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Pembebasan lahan untuk kepentingan akses jalur lingkar (ring road) masih terkendala banyak hal. Salah satu penghambat utamanya, adalah ketidaksesuaian harga antara pemerintah dengan pemilik lahan. Masih banyak pemilik lahan yang meminta harga lebih tinggi dari harga yang ditawarkan pemerintah.

“Banyak warga yang masih belum mau melepaskan tanahnya karena menilai harga tanah mereka masih terlalu rendah,” kata Wakil Bupati Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (30/10/2015).

Noor Nahar menilai, harga yang sudah ditawarkan pemerintah sudah cukup tinggi, yaitu sekitar 300 ribu per meter. Nilai ini jauh diatas Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Dia mencontohkan, NJOP yang ada di Desa Tegalagung sebenarnya hanya 10 ribu per-meternya.

Selain itu, tidak semua obyek tanah yang akan dibebaskan lengkap administrasinya. Padahal tanah yang dibeli pemerintah harus lengkap surat dan administrasinya, agar tidak ada permasalahan dikemudian hari.

“Kendala yang lain banyak tanah yang belum lengkap surat-suratnya, sebelum di beli pemerintah kan harus dilengkapi dulu,” terang Noor Nahar.

Baca Juga :   Petani Temayang Temukan Meriam

Hambatan pembebasan lahan tampaknya akan mempengaruhi jadwal pembangunan fisik ring road yang dijadwalkan bisa dilakukan 2016 mendatang.

Ring road, adalah jalur baru yang akan dibangun dengan sumber dana dari APBD Tuban dan APBN. Keberadaan ring road diharapkan bisa mengurai dan mengatur kendaraan yang semakin banyak melintas di Jalur Pantura Tuban. (Edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *