SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Adanya ketelatan turun pemberian kembali beras kompensasi kepada warga atas kegiatan dari gas flare oleh operator Ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dikeluhkan Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur.
Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Yuntik Rahayu, mengatakan, bantuan beras yang diberikan EMCL kepada warga Mojodelik adalah sebagai bentuk kompensasi atas kegiatan gas Flare, dan akan diberikan terus setiap bulan selama kegiatan flaring Banyuurip berlangsung.
“Biasanya pertengehan bulan beras sudah didistribusikan ke warga, tapi untuk bulan Okteber ini telat sampai tanggal 2 November 2015 ini EMCL belum memberikan, Mas,” kata Yuntik kepada suarabanyuurip.com, Senin (02/11/2015).
Dia menjelaskan, akibat dari telatnya pemberian beras membuat warga menanyakan ke Pemdes Mojodelik.
“Beberapa hari ini saya selalu diprotesi warga terkait dengan telatnya pemberian beras kompensasi bulan Oktober. Jadi saya berharap agar EMCL segera mencairkan kembali beras kompensasi ke warga. Agar nanti tidak menimbulkan gejolak,” keluhnya.
“Kalau nanti sampai muncul lagi gejolak warga, yang repot tidak cuman EMCL saja, tapi saya dan perangkat malah lebih repot juga,” lanjutnya.
Jumlah warga Desa Mojodelik yang mendapatkan beras kompensai sebanyak sekira 1280 Kepala Keluarga (KK). Hanya saja, dari jumlah tersebut tidak sama beras yang diterimanya, karena diambil dari jarak tempat tinggal warga dengan Flaring.
“Sebelumnya warga yang dekat mendapatkan 10 kg per KK, dan yang jauh 5 kg per KK. Untuk bulan okterber ada kenaikan, yang dekat 30 kg per KK sebanyak 408 KK, dan yang jauh 10 kg per KK sebanyak 872 KK,” kata Kades ring satu Banyuurip ini.
Ditambahkan, untuk jumlah total beras yang diterima Desa Mojodelik adalah lebih dari 20 ton beras.
“Ya tinggal mengalikan lah warga yang nerima 30 kg dengan warga yang nerima 10 kg itu. Jadi, kalau tidak salah 20 ton lebih, Mas,” pungkasnya.
Terpisah, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, ketika dikonfirmasi melalui pesan pendek terkait hal tersebut mengatakan, EMCL berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan Kecamatan terkait dengan jadwal dan waktu pembagian beras. (Sam)