SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merasa prihatin dengan sikap Pemerintah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, yang kurang peduli terhadap lingkungan.
“Kami sempat ke Balai Desa untuk melihat perkembangan dari program Bojonegoro Bersinar, tapi tidak ada orang sama sekali,” kata Kepala Bidang Pengkajian dan Laboratorium BLH Pemkab Bojonegoro, Hery Susanto saat ditemui di ruangannya, Kamis (5/11/2015).
Program ini serentak dilaksanakan di seluruh Desa/Kelurahan dengan tujuan mengajak masyarakat peduli lingkungan dengan membuat keindahan di kampungnya seperti menanam bunga, tanaman ekonomis dan produktif.
“Sayangnya, masyarakat di Desa Gayam tidak tahu menahu soal program ini,” ujarnya.
Ketidaktahuan masyarakat terkait program kepedulian lingkungan ini dikarenakan, Pemerintah Desa tidak pernah menyampaikan pentingnya penghijauan di wilayahnya. Terutama di sekitar Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang membutuhkan tanaman hijau untuk menyerap emisi gas buang.
“Karena program ini kami nilai, akhirnya Desa Gayam di diskualifikasi dan tidak mendapatkan nilai sama sekali,” tandasnya.
Sementara itu, Kades Gayam, Winto, belum memberikan klarifikasinya mengenai hal ini. Saat dihubungi melalui sambungan telephone tidak ada jawaban sama sekali. (Rien)