Tambang Pasir Mekanik Kian Merusak Lingkungan

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Keberadaan tambang pasir di sepanjang bantaran Daerah Sungai Bengawan (DAS) Solo kian memprihatinkan. Dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat penambangan pasir mekanik di wilayah Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah tersebut sangat luar biasa.

Kepala Satpol PP Kecamatan Kedungtuban, Tulus Sunarko, menjelaskan, penambangan pasir secara mekanik ini terjadi dibeberapa lokasi di wilayah Kecamatan Kedungtuban.

“Diantaranya, di Desa Panolan, Desa Jimbung, dan Desa Ketuwan,” katanya.

Tulus, mengaku, tidak bisa memastikan mengenai berapa jumlah penambang pasir yang ada secara akurat. Hal itu, lebih disebabkan tidak menentunya para penambang berkatifitas.

“Untuk jumlahnya belum diketahui secara pasti, karena kadang bertambah dan kadang berkurang,” jelasnya.

Tidak dipungkiri jika keberadaan penambang pasir secara mekanik di lokasi tersebut membawa dampak kerusakan lingkungan yang luar biasa. Misalnya, tanah longsor, jalan rusak, karena tonase mobil pengangkut berlebih ditambah dengan kondisi pasir yang diangkut dalam keadaan basah.

“Sumber air juga berkurang,” kata dia.

Tulus, mengaku, telah melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada para penambang, meskipun dari petugas tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan penertiban.

Baca Juga :   Turnamen Purwosari Cup III Resmi Dibuka

“Kami menghimbau kepada penambang, jika pasir keadaan basah jangan dinaikkan. Tapi penambang tetap membandel. Sehingga memperparah kerusakan jalan,” ujarnya.

Sebagai langkah efektif, menurut Tulus, seharusnya dari pihak perhubungan melakukan penertiban tonase pengangkutan pasir.

“Paling tidak Perhubungan melakukan pemeriksaan tonase usai dari lokasi penambangan,” pungkasnya. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *