SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak 30 orang dari Desa Sambiroto, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapatkan sosialisasi dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban JOB P-PEJ di Balai Desa Campurejo, Senin (9/11/2015).
Namun, sosialisasi tersebut nampaknya hanya disambut antusias oleh sebagian peserta. Bahkan, perangkat desa menganggap sosialisasi yang diberikan kurang efektif, karena belum bisa mewakili warga lainnya yang jumlahnya ratusan.
“Sosialisasi ini masih kurang efektif, karena yang datang cuma sepuluh orang. Yang lainnya bagaimana?,” ujar Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, kepada Suarabanyuurip.com disela-sela acara.
Dari beberapa materi yang diberikan, terkesan meremehkan masyarakat karena tidak memahami apa itu bau dan membedakan sebuah bau. Karena masyarakat sudah tahu, mana bau busuk, atau bau menyengat yang terkadang muncul di lingkungan sekitar pengeboran.
“Masalahnya, kalau warga sudah bisa membedakan bau ini atau bau itu tindakannya apa?,” tandasnya.
Pihaknya menyayangkan tim dari JOB P-PEJ yang terkesan tidak memberikan solusi ketika ada bau yang menyeruak dari aktivitas pengeboran.
“Apalagi, masyarakat banyak yang awam saat mencium bau menyengat kepala langsung pusing, terus kami harus bagaimana?,” lanjutnya.
Sudjono, mengungkapkan, dulu JOB P-PEJ masih memberikan perhatian kepada masyarakat dengan pengobatan gratis. Sekarang ini tidak ada tindakan apa-apa bahkan program CSR di Desa Sambiroto belum cair dari tahun 2014 lalu.
Sementara itu, Govrel JOB P-PEJ, Nurhasim, mengaku, tidak bisa memberikan jawaban mengenai hal itu karena bukan wewenangnya.
“Tapi akan kami sampaikan apa yang menjadi keluh kesah warga kepada atasan,” pungkasnya. (Rien)