SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Jawa Timur, Nasihan, menyoroti tajam anggaran sebesar Rp8 Miliar didalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Bojonegoro tahun 2016 untuk mobil dinas (Mobdin) anggota DPRD tidak patut dan merugikan.
“Seharusnya melihat kondisi masyarakat yang saat ini mengalami paceklik dan ekonomi yang melemah khususnya dikalangan petani,” ujar Nasihan melalui sambungan telephone, Selasa (10/11/2015).
Dia menilai, dana sebesar Rp8 Miliar untuk anggota DPRD setara dengan 11,5 juta ton subsidi pupuk organik yang berarti sama dengan 23.000 hektar sawah dari total 76,848,17 hektar atau 31 persen dari total lahan pertanian di Bojonegoro.
“Daripada dibelikan mobil dinas, lebih baik disubsidikan kepada petani,” tambahnya.
Jika kepemilikan lahan petani Bojonegoro rata-rata 0,5 hektar, maka sama dengan 46.000 petani dan minimal sebanyak 184.000 jiwa anggota keluarga yang akan merasakan dampak positif subsidi pertanian organik dari Pemkab Bojonegoro.
“Menurut saya, mereka hanya buang-buang uang dan tidak memperhatikan rakyat kecil,” tudingnya.
Visi “Wong Jonegoro” sehat dan produktif sebaiknya berangkat dari dasar pemenuhan gizi dan pembukaan lapangan pekerjaan. Bukan dengan pengadaan mobil dinas yang justru kontraproduktif dan tidak menyehatkan. (Rien)