SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – PT Intermedia Energi (IME), perusahaan yang digandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) untuk pengerjaan fasilitas gas flare dari Lapangan Sukowati, Blok Tuban, di Dusun Plosolanang Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku tidak mengetahui siapa saja kontraktor lokal yang digandeng saat melakukan pekerjaan sipil pada tahun 2013 silam.
“Saya tidak tahu kontraktornya siapa saja yang ikut pekerjaan di lapangan,” kata Direktur Utama PT IME, Briliantoro, kepada Suarabanyuurip.com saat ditemui di DPRD, Rabu (11/11/2015) kemarin.
Dia menjelaskan, pada awal pekerjaan, pihaknya menggandeng PT Hokasa yang tidak pernah menyerahkan dokumen handover apa saja pekerjaan yang dilakukan dan kontraktor lokal mana saja yang digandeng.
“Ketika PT Hokasa pergi, ya kami tidak tahu apa-apa. Termasuk kontraktor lokal mana saja yang belum dibayar,” elaknya.
Saat ini PT IME berusaha untuk membayar semua tanggungan kepada kontraktor lokal saat mengikuti pekerjaan sipil dan kelistrikan. Namun, pembayaran tersebut butuh waktu karena harus mendata satu persatu untuk membuat kontrak baru.
“Salahnya kontraktor lokal dulu itu, mereka mengambil pekarjaan tapi tidak konfirmasi ke kita,” pungkas Briliantoro.(rien)