SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobilCepu Limited (EMCL) menggelar lokakarya untuk kontraktor lokal sebagai tindak lanjut pertemuan beberapa waktu lalu di Pendopo Malowopati, Bojonegoro, Jawa Timur, pada kamis (12/11/2015) kemarin.
“Lokakarya ini sangat bermanfaat bagi kami yang menggeluti bisnis sebagai kontraktor,” kata salah satu peserta Yogi, kepada Suarabanyuurip.com disela-sela acara.
Hal ini dikarenakan, kontraktor lokal bisa juga menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan untuk mendapatkan tender di luar proyek Blok Cepu. Terlebih bagi masyarakat Bojonegoro yang baru memulai bisnis menjadi kontraktor.
“Kita tidak melulu harus mendapat pekerjaan di Blok Cepu, jadi tetap datang untuk dapat ilmu,” ujarnya.
Sementara itu, dari 26 peserta yang diundang hanya separuhnya saja yang hadir, yakni sekira 15 orang yang serius mengikuti lokakarya. Padahal, acara ini kontraktor lokal belajar prakualifikasi administrasi untuk mendapatkan Surat Keterangan Tredaftar (SKT) yang menjadi syarat wajib agar bisa bekerjsama secara efisien.
“Kegiatan yang kelima kalinya ini merupakan komitmen EMCL dalam mengembangkan pemasok lokal Bojonegoro,” kata Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya.
Pengembangan rantai pemasok yang dapat diandalkan dan berdaya saing dapat berkontribusi bagi efisiensi proyek dan operasi EMCL. Bidang usaha dengan kesempatan yang baik untuk ikut serta, pada mulanya adalah usaha dalam bidang konstruksi kecil, transportasi dan katering.
Proyek ini terus berusaha untuk memaksimalkan pemanfaatan muatan lokal. Itulah alasannya mengapa kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) proyek ini terdiri dari lima perusahaan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia. (Rien)