SuaraBanyuurip.com – Aly Imrom
Tuban – Tim pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terus mengebut proyek RTLH dari Kementrian Sosial (Kemensos). Proyek ini ditargetkan harus selesai akhir bulan Desember 2015.
Sekretaris tim pembangunan proyek RTLH, Kelurahan Sukolilo, Sutrisno, mengatakan, secara garis besar Kabupaten Tuban menerima bantuan RTLH sebanyak 80 rumah. Bantuan tersebut diberikan di tiga kecamatan berbeda, dan diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Rinciannya Kecamatan Tuban 50 rumah, Bancar 20 rumah, dan Kecamatan Soko 10 rumah,” kata Sutrisno kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (19/11/2015).
Tercatat, dari 50 rumah warga yang sudah didata menerima bantuan RTLH, ada sedikitnya lima rumah dibongkar total, dan lainnya diperbaiki beberapa bagian. Mulai dari atap, dinding, maupun lantainya.
Terkait anggaran pelaksanaan pembangunan, tim pelaksana RTLH mendapatkan hibah sebesar Rp500 juta. Anggaran tersebut untuk menyelesaikan 50 RTLH di wilayah setempat.
“Setiap rumah di budget 10 juta rupiah,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna di kelurahan setempat.
Sementara itu, tim pengawas proyek RTLH Kelurahan Sukolilo, Bambang Sriyono, mengatakan, sejak penerimaan hibah RTLH dari Kemensos, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab setempat.
Sebagai pengawas pihaknya telah memantau pengerjaan proyek dari awal sampai selesai. Walaupun pengerjaan RTLH baru 17 rumah, tetapi pihaknya optimis akhir tahun 50 RTLH tercapai.
Terpisah, salah seorang warga Kelurahan Sukolilo, Masiati (69 tahun), bersyukur sekali kepada pemerintah atas bantuan tersebut. Alasannya sejak ditinggalkan suaminya meninggal kondisi rumahnya tidak terawat, dan saat musim hujan selalu kebocoran.
“Alhamdulillah, semoga setelah diperbaiki tidak bocor lagi,” tutup Masiati. (aim)