500 Warga Lamongan Berpotensi Gila

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Sebanyak 500 warga Lamongan, Jawa Timur, menderita gejala sakit jiwa atau gila. Dari jumlah tersebut, 100 di antaranya dipasung karena mengalami gangguang jiwa dan mereka berasal dari keluarga miskin.

“400 orang mengalami gejala stress. Ini tanda-tanda awal sakit jiwa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, Fida Nuraida kepada suarabanyuurip.com, Rabu (18/11/2015).

Menanggapi hal itu, Penjabat Sementara Bupati Lamongan, Wahid Wahyudi, telah merintahkan kepada Dinas Kesehatan menganggarkan penanganan pasien sakit jiwa dalam APBD.

“Sudah tidak zamannya lagi, warga sakit jiwa yang dipasung. Karena itu saya menargetkan di tahun 2016 nanti, Lamongan bebas dari pasung,” sambung Wahid.

Dengan adanya anggaran itu keluarga pasien sakit jiwa dapat menunggui saat pengobatan di Rumah Sakit Menur, Surabaya atau Lawang, Malang.

Sebab, meskipun biaya pengobatan gratis, namun proses pengobatan pasien sakit jiwa membutuhkan waktu cukup lama yakni satu bulan untuk perawatan pertama.

“Dengan bantuan itu bisa digunakan keluarga pasien untuk kebutuhan sehari-hari saat menunggui,” ujar Wahid. (tok)

Baca Juga :   EMCL-STIKes ICsada Gelar Pengobatan Gratis

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *