SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Wali murid merasa kecewa dengan pihak sekolah MTs Kartayuda, Desa Wadu, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kekecewaan muncul lantaran para siswa saat bersekolah yang seharusnya mendapatkan materi pelajaran secara maksimal justru malah di biarkan terbengkelai.
Pasalnya, di dalam kepengurusan sekolah dibawah naungan Yayasan Kartayuda itu sedang dilanda kekisruhan. Perebutan Kepala Sekolah, diduga menjadi penyebab terjadinya kekisruhan di internal sekolah.
“Ini jelas merugikan siswa, dan merusak citra sekolah. Kami sangat prihatin, dan kecewa,” kata Warsit, salah satu wali murid yang saat itu memantau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah kepada suarabanyuurip.com.
Menurutnya, sejak tiga minggu terakhir sering terjadi jam kosong sehingga para murid dipulangkan lebih awal. Tragisnya, para siswa diracuni pikirannya untuk melawan guru.
“Kami curiga, ada apa sebenarnya. Ternyata, di dalam sekolah itu telah terjadi dua kepemimpinan,” tuturnya.
“Kepala sekolah ada dua, para guru pun terbelah jadi dua kubu. Akibanya, membuat siswa jadi korban tidak mendapat pelajaran secara maksimal,” katanya.
Wali murid terus melakukan pemantauan dalam setiap harinya dari sekitar lingkungan sekolahan untuk mengetahui secara pasti apakah jam kosong masih terjadi apa tidak.
“Semua ini kami lakukan sebagai wujud perhatian kami kepada para murid, dan Kami berharap Kementrian Agama (Kemenag) Blora segera turun tangan agar masalah ini segera terselesaikan,” kata Jirin, wali murid lain.
Namun tidak lama berselang, para wali murid diajak berkumpul di rumah Katua Yayasan Kartayuda untuk melakukan pembicaraan, oleh salah satu kubu Kepala Sekolah.
Pada kesempatan itu, para wali murid mendapat penjelasan dari Katua Yayasan dan Kepala Sekolah yang diakui Yayasan dan Kemenag Blora. Sehingga diperoleh kesepakatan untuk melakukan penyelasaian dengan melibatkan pihak Kemenag.
Ketua Yayasan Kartayuda, Noor Khamid, tidak memungkiri telah terjadi dua kepemimpinan tersebut. Dia juga mengaku telah melantik salah satu Kepala Sekolah sesuai dengan prosedur.
Ngastoyo, Pengawas MTs Kemenag Blora, saat berbincang dengan para wali murid melalui sambungan telephon seluler juga mengakui bahwa Kepala Sekolah yang dilantik Noor Khamid adalah yang sah dan diakui Kemenag. (Ams)