Komisi B Sidak Gudang Bulog

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Beredarnya keluhan warga penerima beras miskin (Raskin) yang berkutu mematik reaksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Jawa Timur untuk turun tangan. Hal itu, dibuktikan dengan dilakukannya Inspeksi Mendadak (Sidak) oleh anggota Komisi B di Gudang Bulog Wire di Jalan Pahlawan Tuban, Jumat, (20/11/2015).

Anggota komisi B, Cancoko, menjelaskan, pasca mendapat laporan dari masyarakat terkait kualitas Raskin yang buruk, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak bulog setempat. Beberapa hal yang dilakukan dalam Sidak, yaitu meliputi pengecekan kondisi penyimpanan Bulog, dan sistem distribusi beras sampai ke tangan konsumen.

“Salah satunya mengambil sampel beras medium,” kata Cancoko kepada Suarabanyuurip.com.

Hasil sidak diperoleh bahwa kualitas beras jenis medium yang berada di gudang Bulog dalam kondisi baik dan layak konsumsi, namun akibat banyaknya tumpukan beras di gudang dapat menyebabkan kualitas beras menurun.

Untuk mengantisipasi hal serupa tidak terulang, pihaknya meminta kepada petugas gudang Bulog meningkatkan penyortiran saat beras masuk maupun keluar, serta melakukan perawatan setiap hari di beberapa titik rawan kebocoran.

Baca Juga :   Dewan Segera Panggil JOBP-PEJ

“Perawatan harus ditingkatkan setiap hari,” tegasnya.

Selain itu, DPRD meminta Bulog untuk mengatur ulang distribusi Raskin kepada masyarakat yang membutuhkan. Apabila dibagi rata secara menyeluruh tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan masyarakat yang mampu ekonominya meremehkan beras medium bantuan dari pemerintah.

Sementara, Wakil Kepala Bulog Subdrive Bojonegoro, Omar Sharif, mengatakan, pihaknya sudah seoptimal mungkin melakukan perawatan, dan penyortiran setiap beras masuk, namun akibat minimnya tenaga menyebabkan tidak semua titik dapat terpantau maksimal.

“Bulog berjanji perawatan akan kami tingkatkan,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut, Bulog meminta maaf karena beras yang dibagikan beras jenis medium. Terkait kualitas beras jenis medium berada dibawah beras premium.

“Perbandingannya dua ribu rupiah untuk medium, dan 10 ribu rupiah untuk premium,” tambahnya.

Dia meminta, masyarakat untuk berkoordinasi dengan ketua RT masing-masing, sehingga Raskin yang sudah berkutu maupun bertepung yang diterimanya dapat dikembalikan untuk diganti dengan beras medium baru.

Penyebab rendahnya kualitas beras Bulog meliputi, faktor alam, lama penyimpanan di gudang, dan sistem penyortiran menggunakan sistem rundom acak. Sistem acak tersebut kekurangannya tidak dapat mengecek beras secara menyeluruh, sehingga pasti ada satu dua karung yang terselip masuk.

Baca Juga :   Bupati Lantik 52 Kades Terpilih

“Terselip satu, dua karung sudah biasa,” tegasnya.

Omar berjanji, kedepannya akan meningkatkan kualitas pelayannya terhadap masyarakat, dan meminta kepada semua pihak untuk mendukung Bulog agar mampu menjaga kedaulatan pangan di Tuban. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *