Tambahan Ijin Flaring Banyuurip Belum Turun

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Ijin tambahan flaring sebesar 50 Million Metric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau Juta Standar Kaki Kubik di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang bersenntra di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur sampai saat ini masih belum turun.

“Setahu saya masih belum juga turun,” kata Direktur Utama PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS), Ganesya Asykari kepada Suarabanyuurip.com

Dia menjelaskan, tambahan ijin flaring ini merupakan upaya untuk menambah jumlah produksi di Lapangan Banyuurip menuju puncak produksi. Namun, dia menilai belum turunnya ijin tambahan flaring karena proyek pengerjaan di proyek Engineering, Procuremen, and Construktion (EPC)-1 tak kunjung rampung.

“Fasilitas yang dikerjakan di EPC-1 sepertinya belum siap,” tuturnya.

Dia menambahkan, pengerjaan proyek di EPC, terutama pembangunan fasilitas Central Processing Facility (CPF) saling berkaitan dengan rencana penambahan flaring. Sebab, secara teknis, dengan ditambahnya produksi minyak maka juga memerlukan sarana pembuangan gas.

“Flaringnya nanti ada disekitar CPF, tapi tidak tahu, sampai sekarang kok belum juga selesai,” imbuhnya.

Baca Juga :   EPC-1 Peringati 15 juta Jam Kerja Aman

Saat ini, menurut Ganesa, proses perijinan masih berada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Unit Percepatan Proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Julius Wiratno sebelumnya menyatakan ijin tambahan flaring diperkirakan keluar bulan Oktober kemarin. (Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *