SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Dalam dunia pendidikan Guru menjadi ujung tombak dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM).  Untuk itu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diharapkan dapat memberikan program, dan pelayanan kepada semua anggota dalam hal ini adalah guru.
Hal itu diungkapkan Camat Cepu, Mei Naryono, saat membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan, dalam upacara peringatan HUT PGRI ke-70 di halaman SLTP N 1 Cepu, Rabu (25/11/2015).Â
Menurutnya, pelayanan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kompetensi dalam mendidik dan mengajar siswa siswi. “Karena guru merupakan ujung tobak untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Dalam menghadapi persaingan yang ketat,” ujarnya.Â
Memang tugas guru sangatlah berat, namun dituntut harus bisa melaksakan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan. “Jangan sampai dalam kegiatan belajar mengajar tersebut, menjadi penderitaan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, PGRI adalah organisasi profesional bukan organisasi politik. Untuk itu, menurutnya, PGRI dilarang melaksanakan atau menjalankan politik praktis.Â
Lebih lanjut, Camat Cepu, menuturkan, antara institusi PGRI dan KORPRI adalah satu kesatuan yang tidak terputus. “Guru melalui wadah PGRI, harus mengembangkan profesionalisme dan meningkatkan kapasitas dalam proses belajar mengajar,” katanya. Â
Sementara KORPRI, lanjutnya, sebagai wadah keanggotaan Aparat Sipil Negara (ASN), menjelang Pilkada (PNS), menjelang Pilkada diharapkan menjaga netralitas. ” Tidak saja meningkatkan kapasitas aparatur, dedikasi, profesionalitas, tetapi juga menjaga netralitas untuk Gol pemilu yang berkualitas. Serta tidak lagi terpengaruh maupun terombang-ambingkan oleh situasi,” katanya.Â
Dia berharap, antara PGRI dan KORPRIÂ henti untuk memberikan yang terbaik dalam pengabdiannya pada bangsa dan negara. (ams)