SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Rencana pembangunan kilang minyak mini oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) terancam gagal. Melihat wacana pemerintah pusat yang akan mengekspor minyak mentah.
“Informasinya, kemampuan Pertamina dalam menampung minyak baik itu dari import maupun dalam negeri terbatas,” kata Sekretaris Komisi B, Lasuri, Kamis (26/11/2015).
Selama ini DPRD Bojonegoro berupaya untuk mendapatkan jatah minyak mentah dengan mendatangi Kementerian ESDM, SKK Migas, maupun Pertamina ISC, namun belum ada jawaban sama sekali. Jatah minyak mentah tersebut salah satunya dari Participating Interest (PI) Blok Cepu.
“Dari data yang kami dapat, tahun depan negara akan ekspor minyak mentah. Padahal, Bojonegoro butuh untuk kilang minyak,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Ganesha Askari, menyampaikan, hingga saat ini belum ada kabar jika porsi minyak dari PI Blok Cepu akan diekspor.
“Kalau tahun depan mau diekspor, tentu sekarang saya harus mengurus ijinnya,” elaknya.
Menurutnya, rencana pemerintah pusat untuk mengekspor minyak mentah itu karena kilang milik Pertamina mempunyai keterbatasan untuk menampungnya. (Rien)