SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Salah satu anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) tiba-tiba lenyap diculik oleh oknum perusuh tak dikenal. Sontak membuat anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Kabupaten Tuban, Jawa Timur terkejut, dan bingung berhamburan untuk mencarinya.
Insiden penculikan ini bukan sebenarnya, tetapi merupakan salah satu rangkaian dari gelaran simulasi pengamanan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tuban yang dilaksanakan di Lapangan GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Jumat (27/11/2015).
“Sempat kaget, kalau sampai ada penculikan,” kata seorang anggota Linmas asal Kecamatan Tuban, Agus (35 tahun), kepada Suarabanyuurip.com.
Sebelumnya banyak Linmas yang tidak menduga, kalau aksi penculikan menjadi salah satu ujian simulasi. Sehingga Linmas sempat kebingungan, dan cukup melihat cara kepolisian menyelesaikan kasus tersebut.
Aksi penculikan yang terhitung singkat, sempat menghentikan proses pencoblosan Pemilukada. Perkelahian yang melibatkan Satlinmas dengan oknum perusuh tidak dapat dihindari, sehingga dibutuhkan sinergi semua pihak untuk mengantisipasi hal tersebut.
Selain penculikan, Linmas harus waspada terhadap provokasi untuk Golput, sabotase suara, pembakaran TPS maupun surat suara, intimidasi dan teror dari berbagai pihak.
“Banyak pelajaran setelah mengikuti simulasi,” sambung Linmas asal Kecamatan Palang, Riyono (30).
Pihaknya optimis pasca mengikuti gelaran simulasi kali ini, kedepannya dapat lebih sigap mengahadapi ancaman. Hal terburuk dari banyaknya ancaman dapat berujung tindakan kriminal.
Sementara, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain, mengatakan, peran Linmas sangat penting, karena keberadaannya bersinggungan langsung saat pencobolosan. Selain pengalaman dan update informasi, Linmas minimal menguasai bela diri.
“Bela diri sangat penting untuk mengantisipasi kejahatan,” ujarnya.
Banyaknya kerawanan menjelang Pemilukada, sangat membutuhkan kesiapan baik anggaran maupun personil kemanan. Secara keseluruhan jumlah anggota Satlinmas di Kabupaten Tuban sekira 5.162 personil, dan setiap TPS minimal dijaga oleh 2 orang Linmas.
“Pemkab telah menyediakan anggaran kurang lebih 1,1 miliar rupiah untuk keamanan Linmas,†pungkasnya. (Aim)