SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Lamongan, Jawa Timur menjadi wadah efektif bagi para pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU ) di kota soto.
“Sejak terbentuknya Hiswana 3 tahun lalu para pengusaha SPBU di Lamongan dapat menyampaikan aspirasi maupun keluhan kepada Pertamina. Khususnya jika ada kekurangan produk Bahan Bakar Migas (BBM) yang dikirim ke SPBU,” kata Ketua Umum Hiswana Lamongan, Aslikan, kepada SuaraBanyuurip.com,Senin (30/11/2015).
Hiswana yang beranggotakan 25 SPBU menggelar pertemuan rutin setiap 2 bulan sekali dengan tempat bergiliran dimasing-masing SPBU. Disetiap pertemuan permasalahan sekecil apapun yang ada di SPBU dibahas khususnya yang berkaitan dengan BBM.
Bendahara Hiswana, Abdul Haris Yahya menambahkan, Hiswana Lamongan baru terbentuk pada tahun 2012 lalu. Terbentuknya Hiswana Lamongan atas permintaan DPC Hiswana Surabaya.
“Pada tahun 2012 itu ada pertemuan antara Hiswana Surabaya, pengusaha SPBU di Lamongan, Perwakilan Pertamina dan Pemkab Lamongan membahas tentang pembatasan penjualan BBM. Akhirnya disepakati membentuk kepengurusan koordinator Hiswana Lamongan untuk memudahkan koordinasi,” kata Yahya.
Meski baru terbentuk, tiga tahun Hiswana Lamongan selama ini berjalan lancar dan solid. (tok)