JOB PPEJ Tak Yakin Akibat Limbah

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ),  menegaskan, apa yang terjadi pada sawah milik petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum tentu dikarenakan limbah.

“Yang bisa menyebut itu limbah atau bukan adalah Badan Lingkungan Hidup,” kata Field Administration Superitendant JOB PPEJ, Akbar Pradima, pada Suarabanyuurip.com Senin (30/11/2015).

Para petani yang memiliki sawah disekitar Pad A selama ini menggunakan air dari got atau kali kecil untuk pengairan. Namun, butuh uji laboratorium apakah air tersebut memang ada pencemaran.

“Kita sekarang ini mencari tahu, pencemaran yang dimaksud warga seperti apa,” tukasnya.

Selama ini, JOB P-PEJ telah menggandeng tim independent untuk memastikan air buangan limbah dari Pad A dan B sudah sesuai uji baku.

“Limbah domestik dari Lapangan Sukowati ditampung di control box sebelum keluar dari got,” tandasnya.

Sebelumnya, petani di Desa Ngampel mengeluh padi yang ditanam di sawahnya seluas 2.500 meter persegi mati. Diduga, matinya padi berusia satu minggu itu akibat pencemaran limbah yang keluar dari Pad B.

Baca Juga :   Warga Remen Berikan Surat Langsung ke Kemenkopolhukam

“Ada cairan kental berwarna kilau berbau dan air busa yang keluar dari resapan tanah di Pad B,” ujar Bakir, pemilik sawah tersebut. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *