SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Masyarakat yang baru menggelar hajatan perlu meningkatkan kewaspadaannya. Baru-baru ini, seorang warga di Desa Mernung, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang baru saja menggelar pesta sunatan menjadi korban pencurian.
Korban bernama Suyanto, (38), warga RT/RW01/01. Akibat pencurian itu uang satu kotak milik korban dari hasil menggelar hajatan raib digondol maling.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban dan orang seisi rumah tertidur lelap. Saat itu kotak berisi uang berada di dalam lemari kamar rumah korban.
Pencurian bermula saat korban mempunyai hajat khitanan mulai Jum’at (27/11/2015) sampai Sabtu (28/11/2015) lalu. Banyak tamu yang berdatangan sambil memberikan amplop berisi uang (buwuhan). Uang itu kemudian dimasukan dalam kotak oleh korban.
Pesta sunatan yang digelar selama dua hari dua malam membuat korban dan seisi rumah kecapekan. Sehingga mereka tak menyadari jika rumahnya telah diintai pencuri.
Dimungkinkan, karena saking lelapnya tidur, mereka tak mengetahui jika pencuri masuk ke dalam kamar dan menggondol kotak berisi uang. Korban baru mengetahui rumahnya telah disatroni malang pada Minggu (29/11/2015), sekira pukul 04.00 WIB.
Peristiwa itu pertamakali diketahui, istri korban. Saat itu dia melihat lemari tempat menyimpan kotak telah terbuka. Begitu juga pintu dapur juga terbuka.
Korban kemudian bergegas mencari di sekitar rumahnya. Namun usahanya sia-sia. Kotak berisi uang buwuhan tak juga dapat ditemukan.
Suyanto baru mengetahui jika kotak uangnya dicuri pada Selasa (1/12/2015). Setelah salah seorang warga melihat amplop berceceran dalam keadaan terbuka berjarak 2 KM dari rumah korban.
Setelah dicek ternyata benar amplop tersebut adalah bekas berisi uang sumbangan dari kerabatnya. Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cepu.
“Saat itu semua orang tidur karena kecapekan,†kata Suyanto saat memberikan keterangan di Polsek Cepu.
Kanit Reskrim Polsek Cepu, Ipda Wismo, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan beberapa saksi juga belum menemukan titik terang.
“Kami minta masyarakat, khususnya yang baru saja menggelar hajatan untuk meningkatkan kewaspadaan,†pesan Wismo.(ams)