Banyak Pedukuhan Belum Teraliri Listrik

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kabupaten Blora Jawa Tengah, hinga saat ini masih kekurangan listrik. Terbukti, jumlah pedukuhan atau dusun yang belum teraliri listrik cukup banyak yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupatan Blora, terutama pedukuhan yang terlatak di wilayah perbatasan.

Dari catatan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, terdapat 33 dusun yang warganya harus menyambung kabel sendiri dari dusun terdekat.

Kepala Dinas ESDM Blora, Setyo Edy mengklaim, jumlah dusun yang belum teraliri jaringan litrik itu setiap tahun berkurang. Dia tidak memungkiri, masih ada dusun di Blora yang belum terdapat jaringan listrik.

Menurutnya, wilayah kecamatan yang dusunnya cukup banyak belum teraliri jaringan listrik tersebut kebanyakan berada di wilayah perbatasan. Ada juga dusun yang melakukan pemekaran, sehingga belum ada jaringan listrikya.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari 16 kecamatan di Blora, hanya Kecamatan Cepu yang semua dusunnya sudah teraliri jaringan listrik. Dari data tersebut, Kecamatan paling banyak memiliki dusun yang belum berlistrik adalah Kradenan, terdapat tujuh dusun, disusul Kecamatan Todanan di ujung barat dengan enam dukuh di empat desa.

Baca Juga :   Panwaskab Ancam Bubarkan Kampanye 4 Parpol

“Sedangkan kecamatan lainnya rata-rata jumlahnya di bawah lima dukuh,” jelasnya.

Daerah yang belum tersentuh listrik tersebut, lanjut Setyo Edy, umumnya berada di kawasan hutan dan masuk ke dalam serta berbatasan dengan kabupaten lain atau provinsi lain.

”Ada pula yang lahan menuju dusun itu adalah wilayah hutan Perhutani sehingga jaringan listrik belum masuk melewati kawasan tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, jika lahan itu milik Perhutani maka perlu berkoordinasi dengan pihak Perhutani agar bisa menggunakan lahannya untuk ditempati tiang jaringan listrik.

Dibutuhkan dana miliaran rupiah untuk membangun jaringan listrik di semua pedukuhan. Upaya pemkab untuk merealisasikan jaringan listrik itu diantaranya dengan memasukkan anggarannya ke APBD dan meminta bantuan pemerintah pusat dalam APBN. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *