SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Warga desa sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluhkan banyaknya tenaga kerja dari warga desa ring satu Banyuurip yang telah disurplus dibandingkan warga luar daerah.
Salah satunya adalah terjadi pada Security di proyek Engineering, Procuremen and Construktion (EPC)-5, Banyuurip. Di proyek yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya – PT Rekayasa Industri (HK-Rekind) ini tersiar kabar bahwa Security yang disurplus rata-rata dari warga desa sekitar. Sedangkan warga yang dari luar daerah banyak yang dipertahankan.
“Kenapa Security EPC-5 yang dari warga ring satu malah yang disurplus duluan yang dari luar daerah banyak yang dipertahankan berlanjut di project,” kata salah satu Security yang disurplus, Wijiono, warga Desa Gayam kepada suarabanyuurip.com, Jumat (4/12/2015).
Dia mengungkapkan, keluhan ini bukan tidak berdasar. Banyak dasar yang seharusnya perusahaan lebih bertindak adil dengan tanpa didasari kepentingan-kepentingan pribadi. Diantaranya, warga sekitar adalah sebagai terdampak langsung dari proyek Blok Cepu.
“Seharunya warga luar dulu yang disurplus bukan malah warga ring satu yang sudah banyak membantu perusahaan. Contohnya merelakan lahan pertaniannya dibebaskan dan lain sebagainya,” keluhnya.
Tidak dipungkiri, jika sebelum dilakukan pengurangan atau penyurplusan telah diberi tau lebih dulu oleh perusahaan.
“Kami butuh jawaban yang jelas dari pihak-pihak yang terkait, mengapa warga dari luar ring satu masih banyak berlanjut di project, sementara yang dari ring satu malah dikurangi,” sambung Nyarwi warga lain.
Diberitakan sebelumnya, pengurangan tenaga kerja Security dilakukan oleh salah satu sub kontraktor EPC-5 konsorsium HK – Rekind, PT. Nawakara Persada Nusantara perusahaan yang menangani jasa security.‎ Sedikitnya terdapat 30 orang dari desa sekitar proyek telah di surplus.
Rinciannya, dari total 3 Regu tiap regu diambil 10 orang. Pengurangan dilakukan per tanggal 1 Desember. (Roz/Sam)