SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Kampanye umum hari terahir, dimanfaatkan sepenuhnya oleh pasangan calon (Paslon) nomor 3 Abu Nafi-Dasum. Ribuan pendukung dan simpatisan tumpah ruah di Lapangan Serbaguna Tukbuntung, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, Sabtu (5/12/2015).
Sayangnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan Kiai sepuh Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Mun yang sebelumnya jadwalkan datang, batal hadir dalam kampanye tersebut .
Menurut tim sukses (Timses) Abu-Dasum, Sholihin, kedua tokoh tersebut berhalangan hadir, karena ada acara yang mendadak.
“Pak Ganjar Pranowo ada acara diluar Kota, sedangkan Mbah Mun kondisi sudah sepuh, Jadi diwakilkan putra ke-duanya. Gus Najih,” katanya.
Sementara itu, dalam orasi politiknya, Abu Nafi menyampaikan, jika terpilih akan bertekat untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akomodatif.
“Beban itu merata, tidak centralistik pada satu orang bupati. Akuntabilitas menjadi persoalan utama,” ujarnya.
Hal-hal yang berkaitan aliran dana, lanjut dia, baik dari APBN maupun APBD bisa mengalir hingga ke bawah. Lebih lanjut, dia mengungkapkan, Cepu merupakan daerah singgah karena hotel bertumbuhan dimana-mana.
“Tapi Cepu bukan merupakan kota tujuan. Untuk itu perlu kagiatan ekonomi besar-besaran,” ujarnya.
Gas sebagai sumber energi termurah, dengan modal dasar itu maka industrialisasi sangat mungkin untuk dikembangkan di kawasan Cepu dan sekitarnya.
“Lahan kering nantinya bisa didirikan centra industri baru,” katanya.
Keberadaan lapangan terbang di wilayah Cepu juga berpotensi menjadi pendongkrak perekonomian diwilayah setempat jika lapangan terbang tergarap. Diharapkan, nantinya akan berdiri sekolah penerbangan dengan berbagai jurusan.
“Dengan demikian Cepu setidak-tidaknya sudah menjadi kawasan industri dan separuh kota pelajar. Dan Cepu akan menjadi kota tujuan,” jelasnya.
Perkembangan Cepu tersebut, kata dia, akan diikuti kawasan-kawasan lain sehingga perputaran uang di Kabupaten Blora akan semakin baik.
(Ams)