SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menyiapkan rencana untuk melakukan pinjaman cash flow pada Desember 2015. Hal ini dikarenakan, target pendapatan daerah tidak tercapai.
“Dari total belanja Rp3,2 triliun, hampir dipastikan ada pendapatan sebesar Rp146 miliar yang tidak tercapai,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Hari Kristianto, Senin (7/12/2015).
Perkiraan penerimaan tahun 2015 yang tidak terealisasi tersebut berasal dari DBH Migas sebesar Rp49,7 miliar, Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebesar Rp642 juta. Sementara penerimaan yang belum terealisasi diantaranya DBH PBB-P3 Rp55 miliar, DBH PPH 21/29 WPOPDN Rp7 miliar, dan DBH-CHT Rp9,6 miliar. Total penerimaan yang kemungkinan tidak terealisasi sebesar Rp121,9 miliar.
“Sementara DAK yang belum terealisasi sebesar Rp24 miliar,” tandasnya.
Meskipun begitu, pihaknya masih menunggu pembayaran dari efisiensi semua kegiatan yang ada. Sehingga, apabila jumlahnya mencukupi tidak perlu berhutang.
“Tapi kalau tetap tidak mencukupi ya terpaksa pinjam cash flow tadi,” pungkasnya.
Untuk mekanisme pinjaman, Hari menyatakan saat ini Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) tengah menyiapkan prosedur pinjaman supaya tidak salah. (Rien)