"Putput LK" Solusi Berantas Korupsi

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Maraknya praktik korupsi membuat Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bekerjasama dengan Komnas Perlindungan Perempuan, dan Anak giat mentransformasikan pendidikan dan solusi pencegahan.

Solusi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut berupa Game “Putput LK”. Permainan unik ini sudah diberikan secara rutin kepada kelompok perempuan dan jaringan KPR di wilayah setempat.

“Game tersebut memainkan banyak peran kehidupan, dan diperankan dari Sabang sampai Merauke,” kata Direktur Ekskutif KPR Tuban, Nunuk Fauziyah, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantornya, Kamis (10/12/2015).

Beberapa peran yang dimainkan dalam permainan tersebut meliputi korban korupsi, pelaku, pengambil kebijakan, investor, dan masyarakat. Hasilnya sangat mengejutkan, rata-rata pihak yang menjabat di kursi pemerintahan mengaku pernah melakukan praktik korupsi.

Terkait edukasi, KPR memberikannya melalui program Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Program tersebut mengajarkan 4 poin penting meliputi, kejujuran, keadilan, kepercayaan, dan kedisiplinan.

“Harapannya 4 poin tersebut bakal ditranformasi ke anak-anak,” imbuhnya.

Minimnya pendidikan anti korupsi di Kabupaten Tuban selama ini menjadikan generasi perempuan, dan anak terancam krisis identitas dan moral. KPR menilai ada satu tahap pendidikan yang putus di kalangan pengambil kebijakan, sehingga jarang ada yang berani melaporkan adanya praktik korupsi.

Baca Juga :   40 Jurnalis Jatim Ikuti Media Gathering Pertamina EP Asset 4

Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia sekaligus bertepatan Pemilukada serentak tahun 2015 ini harus menjadi refleksi bagi empat komponen penting rawan terjadinya praktik korupsi.

“4 ranah tersebut meliputi Ekskutif, Legislatif, Polri, dan Kejari,” tambahnya.

Hasil analisa KPR bersama Komnas Perempuan menyebutkan, praktik korupsi berawal dari adanya peluang, jabatan, dan tawaran. Hal riskan bagi generasi muda apabila sudah terjebak dalam 4 ranah tersebut.

“Hal terburuk mudah terlibat korupsi,” ujarnya.

Pihaknya menekankan praktik korupsi tidak hanya soal uang, namun hal yang berbahaya adalah korupsi waktu, kejujuran, dan ketidakadilan.

“Tepenting pembenahan mental generasi muda,” harapnya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *