SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejumlah masyarakat di tiga desa Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah lama tidak memanfaatkan bantuan sumur bor Air Bawah Tanah (ABT), dari operator Lapangan Sukowati dan Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ).
Penyebabnya, bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) pengganti lahan pertanian produktif tersebut, tidak sesuai harapan masyarakat setempat.
“Rencana awal empat sumur tersebut sebagai ganti rugi lahan yang telah dieksplorasi,” kata salah seorang Pemdes Sugihan, Kecamatan Merakurak, Cipwanto, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kediamannya, Sabtu (12/12/2015).
Sejak tahun 2014, JOB PPEJ berjanji akan menciptakan lahan produktif baru bagi petani. Upaya tersebut sebagai tanggung jawab perusahaan, karena sudah melakukan proses eksplorasi minyak di lahan pertanian produktif.
Namun, seiring berjalannya waktu empat sumur tersebut, tidak dapat dimanfaatkan oleh petani untuk mengairi sawahnya. Penyebabnya debit air sumur sangat minim, biaya operasionalnya tinggi, dan ada salah satu sumur di Desa Sembungrejo airnya asin.
“Setelah di bor airnya asin,” imbuhnya.
Rincian bantuan sumur di tiga desa meliputi, 1 sumur di Desa Sugihan, 1 sumur di Senori, dan 2 sumur di Sembungrejo. Bantuan tersebut sebagai bentuk kompensasi perusahaan untuk mencipatakan lahan produktif baru.
Diketahui, JOB PPEJ telah membebaskan lahan seluas 4,1 hektar, termasuk lahan produktif penghasil pertanian.
Secara terpisah, Field Manager JOB PPEJ, Junizar Harman, sampai berita ini ditulis belum memberikan balasan dari pesan singkat yang telah dikirim sejak  Jumat (11/12-2015), sekitar pukul 10.28 WIB.
Sementara ketika dihubungi dua kali pukul 09.51 WIB melalui telepon, hanya terdengar nada sambungnya aktif, tak lama kemudian panggilan dialihkan. (Aim)