SuaraBanyuurip.com – Aly Imron
Tuban – Pemkab Tuban, Jawa Timur, meminta kepada PT Gasuma Federal Indonesia (GFI) pengelola gas flare di sumur Mudi, Blok Tuban segera merespon keluhan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban.
Berdasarkan informasi yang diterima Pemkab, warga mengeluhkan bau tidak sedap menyerupai kentut sudah tiga hari terkahir.
“Perusahaan harus mendengarkan keluhan warga sekitar,†kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain, kepada Suarabanyuurip.com, ketika di temui di gedung DPRD setempat, Rabu (16/12/2015).
Terkait benar tidaknya dugaan gas bocor dari GFI, Gasuma minimal harus turun lapangan. Masyarakat harus dimintai keterangan secara detail, terkait kapan mulainya sebaran bau menyengat tersebut.
Sementara, perusahaan gas seperti GFI dikenal sangat rawan dengan kebocoran gas. Sehingga sekecil apapun keluhan warga ring 1, semestinya mendapat perhatian, dan  prioritas utama.
“Saat ini Pemkab masih menunggu hasil survey dari Badan Lingkungan Hidup (BLH),dan Dinas Kesehatan Tuban,†imbuhnya.
Pemkab berharap hasil survei bakal segera keluar, dan secepatnya akan merumuskan tindakan untuk menyelamatkan warga ring 1 lapangan migas Mudi yang di  Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).
Terpisah, Field Manager PT Gasuma Federal Indonesia (GFI), Nasobah, tak mau memberikan konfirmasi terkait sebaran gas yang diresahkan warga Rahayu. Pesan singkat yang dikirmkan sejak pukul 15:34, sampai berita ini tulis belum dibalas.
Dua kali Suarabanyuurip.com menghubunginya, tadi sore sekitar pukul 15:31 WIB tak ditanggapi. Telepon tersebut tersambung  namun tak menjawab konfirmasi. (aim)