Banaran Langganan Kiriman Mayat

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Warga di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur diresahkan dengan kejadian seringnya ditemukan mayat mengapung di Sungai Bengawan Solo di wilayah setempat dalam setiap tahunnya.

Kondisi mayat beragam dari yang sudah mulai membusuk hingga masih segar. Wilayah Kelurahan Banaran sendiri dibelah oleh sungai Bengawan Solo yang mengalir dari Kabupaten Bojonegoro hingga ke waduk Babat Barage Kecamatan Sekaran.

“Biasanya mayat tersangkut di tumbuhan air atau terdampar di plengsengan sungai. Tiap tahun selalu ada, tidak terhitung jumlahnya,” ujar salah satu warga Dullah kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (17/12/2015).

Lurah Banaran, Cucuk Subagiyana, membenarkan sering ditemukan mayat terdampar diwilayahnya. Tahun ini ada dua mayat yang mengapung dan dievakuasi warga.

“Kejadian pertama, ditemukan mayat Mr X sekitar bulan Juli lalu dan terakhir pada tanggal 10 Desember lalu. Seorang mayat wanita berusia sekira 29 tahun juga kembali mengapung disungai bengawan solo,” kata Cucuk.

Untuk mayat yang terakhir ditemukan terapung di wilayah RT 1, RW 1 kompleks pasar ayam teridentifikasi bernama Ana warga Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur. Ada pihak keluarga yang menjemput dan mengurus jenasah.

Baca Juga :   Tasyakuran Malam Kemerdekaan di Blok Cepu Berlangsung Meriah

“Siapapun lurahnya selalu dipusingkan dengan masalah kiriman mayat. Entah kenapa setiap mayat kok terdamparnya di Kelurahan Banaran ,” keluh Cucuk yang baru menjabat lurah satu tahun ini.

Selain direpotkan dengan mengevakuasi mayat, Pihak Kelurahan juga harus dipusingkan menanggung semua biaya evakuasi mayat dari biaya keamanan, otopsi di rumah sakit hingga memakamkan mayat.

“Setiap mengevakuasi hingga menguburkan mayat biayanya sekitar 850 ribu rupiah. Padahal kelurahan tidak ada biaya untuk itu. Terpaksa lurah yang membiayai dari kantong pribadi,” ucap Cucuk.

Camat Babat, Fadheli Purwanto tidak menampik jika tidak ada dana dari Pemkab untuk masalah evakuasi mayat yang terjadi setiap tahun di Kelurahan Banaran.

“Memang tidak ada dana untuk evakuasi mayat, namun nanti akan coba saya usulkan,” tambah Fadheli.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *