SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Perahu milik Wardi, nelayan asal Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur, telah tenggelam di Kilometer (Km) 25 sampai 27 dari bibir pantai. Perahu tersebut tenggelam tepat diantara kapal tanker milik Joint Operating Body Pertamian Petrochina East Java (JOB PPEJ), dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di perairan utara Palang.
“Tengelamnya sudah hari Selasa (15/12/2015) kemarin, sekitar pukul 21:00 WIB,†kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Sukarji, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di TPI Desa Karangagung, Palang, Jumat (18/12/2015).
Sebenarnya perahu tersebut sejak tambat labuh di bibir pantai, sudah diketahui retak sekitar 25 sampai 30 Centi meter (Cm). Â Akan tetapi, pemilik perahu tetap nekat melaut, dan sesampainya di Kilometer (Km) 25 sampai 27, datang gelombang besar.
Tidak menunggu lama, perahu yang membawa 20 Anak Buah Kapal (ABK) perlahan tenggelam. Beruntung pemilik kapal tanggap, dan segera meminta bantuan kapal nelayan lainnya untuk merapat.
“Semua ABK selamat termasuk pemilik kapal,†jelasnya.
Pada malam peristiwa tersebut beberapa perahu nelayan, masih beroperasi disekitar kapal tanker penampungan minyak dua perusahaan Migas. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Provinsi untuk meminta bantuan kapal penarik perahu, dan pihak JOB PPEJ.
“Sampai saat ini perahu masih dibiarkan tenggelam, menunggu bantuan tiba,†tambahnya.
Tingginya resiko penyelamatan akibat cuaca buruk, menyebabkan pihak JOB PPEJ menjanjikan pekan depan baru mengirimkan bantuan.
“JOB PPEJ mengirimkan bantuan kalau cuaca sudah aman,†ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban, Sunarto, membenarkan adanya perahu tenggelam diutara perairan Palang. Sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan HNSI, dan BPBD setempat.
“Kita berharap perahu dapat segera diangkat,†harapnya. (Aim)