Bantuan Holcim Disinyalir Tak Cair 10 Bulan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sejumlah Nelayan di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta PT Holcim segera merealisasikan bantuan intensif terhadap nelayan setempat. Permintaan tersebut lantaran sudah 10 bulan terkahir nelayan belum menerima bantuan apapun.

“Sudah lama tidak ada bantuan dari Holcim,” kata salah seorang nelayan Glondonggede, Tambakboyo, Supari (26), kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui dikediamannya, Senin (28/12/2015).

Beberapa nelayan resah sudah lama nelayan belum menerima bantuan apapun dari perusahaan. Baik bantuan Sembako maupun bantuan ganti rugi alat tangkap yang terkena dampak aktfitas kapal pengerukan.

“Banyaknya aktivitas kapal membuat nelayan kecil merugi,” imbuhnya.

Kerugian yang dialamai melayan setempat diantaranya, sering rusaknya jaring perahu akibat terjangan maupun tersangkut kapal. Diketahui nelayan setempat enggan mencari ikan di lokasi lain, karena area sekitar pelabuhan Holcim dikenal melimpah biota lautnya.

Selain itu, sudah 10 bulan terakhir perusahaan tak kunjung memberikan bantuan intensif terhadap nelayan sekitar pelabuhan. Padahal perusahaan memiliki kewajiban membantu nelayan setempat, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga :   Forum CSR Belum Miliki Arah Jelas

“Dulu pernah ada bantuan dampak aktifitas kapal keruk, setiap perahu mandapat Rp 250 ribu,” tambahnya.

Terpisah nelayan lainnya, Sodikin (45), membenarkan, pihaknya sudah lama tidak menerima bantuan CSR Holcim. Sampai saat ini beredar kabar desas desus diantara nelayan, sebagian ada yang menduga Holcim belum memberikan bantuan CSR. Kedua Holcim telah memberikan bantuan CSR tetapi tidak disampaikan ke nelayan.

“Sebagian nelayan menduga bantuan berhenti di Rukun Nelayan (RN),” tegasnya.

Pihaknya tidak menyalahkan dugaan tersebut, lantaran pihak RN juga kurang transparan terhadap bantuan nelayan. Akan tetapi nelayan belum berani menanyakan langsung ke RN, tetapi memilih menunggu informasi dari Holcim langsung.

“Kami menghindari ribut sesama nelayan,” ujarnya.

Terpisah, Corporate Communication East Java PT Holcim, Indri Siswati, ketika dikonfirmasi menjelaskan, Holcim selama tahun 2015 telah memberikan bantuan terhadap masayarakat Glondongggede. 

Bantuan tersebut diantaranya, pembuatan rumah ikan atau rumpon, pelatihan ketrampilan bagi kelompok perempuan nelayan setempat, dan pendirian pabrik pengolahan tepung ikan.

Sedangkan terkait bantuan intensif selama 10 bulan terakhir, pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail mengenai hal tersebut.

Baca Juga :   Jurnalis Tuban Dilatih Menulis Features

“Secepatnya akan kami berikan rincian bantuan intensif tersebut,” pungkasnya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *