SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), sampai akhir bulan Desember 2015, belum melakukan tindakan apapun terkait upaya penarikan perahu nelayan yang tengelam beberapa waktu lalu.
Penyebabnya, pihaknya belum menerima informasi lanjutan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tuban, Jawa Timur.
“Kami masih menunggu informasi dari DKP Tuban,†kata  Field Admin Superitendent JOB PPEJ, Akbar Pradima, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Senin (28/12/2015).
Sebelumnya JOB PPEJ menjanjikan pengiriman bantuan kapal, untuk menarik perahu nelayan tengelam dengan catatan cuaca mendukung. Akan tetapi, sampai akhir bulan Desember kondisi laut setempat masih mengancam.
Diketahui, Perahu tersebut milik Wardi, nelayan Desa Karanggagung, Palang. Perahu berukuran 20 Gross ton (Gt) tersebut tengelam akibat terkena karang.
Terkait titik tenggelamnya perahu tersebut diketahui berada diantara Kilo meter (Km) 25 sampai 27, tepat diantara kapal tangker milik JOB PPEJ, dan Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Saat ini masih berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk memastikan titik tenggelamnya perahu,†imbuhnya.
Secara terpisah, Kepala DKP Tuban, Sunarto, menjelaskan, penarikan perahu tengelam di perairan utara Palang, harus menunggu sampai cuaca baik.
“Apabila dipaksakan penarikan, sangat tinggi resikonya,†sambungnya.
Selain JOB PPEJ, DKP juga meminta bantuan dari EMCL selaku salah satu relasi yang bertanggung di perairan utara Tuban.
“Entah siapa nanti yang mengirimkan bantuan kami berterimakasih,†pungkasnya.(Aim)